Berita

08/05/2019 00:00

M.Taufik : Hendropriyono Itu Layak Ditangkap

Zonasatu News — Pakar Hukum Pidana Universitas Djuanda Bogor, Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H., menyatakan ucapan mantan Kepala BIN beberapa waktu lalu sudah masuk kategori SARA. Sesuatu yang dilarang dalam hukum pidana nasional.

“Saya ingin memperingatkan bangsa indonesia, WNI keturunam Arab supaya sebagai elit yang dihormati oleh masyarakat kita, cobalah mengendalikan diri jangan menjadi provokator, jangan memprovokasi rakyat,” kata A. M. Hendropriyono di Gedung Lemhanas, Jakarta, Senin (6/5/2019).

"Ucapan yang kasar, rasis dan penuh kebencian tidak layak diucapkan seorang tentara yang pernah menduduki jabatan penting. Hendro harus diberi pelajaran, dalam kariernya pun ia meninggalkan sejumlah masalah hukum saat menjabat Danrem pada kasus Talangsari di Lampung. Kasus itu menewaskan banyak orang,” kata Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H.

Menurutnya, ucapan Hendropriyono adalah perbuatan yang dilarang dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana 6 tahun dan denda 1 milyar.

"Pasal 28 itu delik materiil, artinya perbuatan Hendro sudah sesuai rumusan UU tentang ujaran kebencian pada orang-orang keturunan Arab. Padahal Arab juga punya andil dalam kemerdekaan kita, negara Arab berada pada urutan awal yang mengakui kemerdekaan kita 17 Agustus 1945. Di Indonesia ada pahlawan keturunan Arab, A. R. BASWEDAN. Jangan sampai orang-orang kaya Hendro berada di atas hukum, sebab tidak pernah diproses kejahatannya,” imbuhnya.

Taufiq menyarankan ummat Islam melaporkan Hendropriyono, jika tidak ada tindak lanjut secara pidana, maka digugat secara perdata menggunakan pasal 1365 KUH Perdata tentang perbuatan melawan hukum.

Sumber: http://www.zonasatunews.com/nasional/m-taufik-hendro-priyono-itu-layak-ditangkap/ dengan sedikit penyuntingan.

Copyright 2016 - Law Firm Muhammad Taufiq and Partners Developed by JogjaCamp