Berita

30/04/2019 00:00

Kubu Dokter Martanto Ancam Laporkan Kepala Dinas Kesehatan

INFOWONOGIRI.COM-SELOGIRI-Sebelumnya kasus Kepala Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Wonogiri dr H. Martanto sepi. Belakangan ini menjadi ramai diperbincangkan. Baik di kalangan masyarakat, profesional maupun jagad maya.

Kini kasus telah memasuki sidang ke 11 kalinya. Sidang digelar Selasa (9/4/19) di Kantor Pengadilan Negeri Wonogiri. Agenda sidang kemarin adalah meminta keterangan atau pendapat Saksi Ahli Hukim UU ITE, yaitu Denden Imaduddin Sholeh SH.MH.CLa alamat Kantor Jl Merdeka Barat no 9 Jakarta Pusat.

Saksi ahli didatangkan atas permintaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Wonogiri, Bagyo Mulyono. Sidang dipimpin Lingga Setyawan dengan anggota Ni Kadek dan Bunga Lily.

Dalam perkara ini JPU berpendapat dr Martanto dianggap melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE), pasal 45 a ayat 2 junto pasal 28 ayat 2 UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 th 2008 tentang ITE. Ketua IDI ini dianggap sengaja dan tampa hak menyebarkan informasi di grup WA yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu/ kelompok masyarakat tertentu berdazarkan suku agama ras dan antar golongan (SARA)

Sidang berlangsung ketat. Banyak pengunjung hadir tampa diundang. Terutama dari kubu terdakwa. Mereka tampak memberikan suport moril kepada terdakwa. Mereka takrela, seorang profesi Ketua IDI dan juga pendakwah “dikriminalisasikan”.

Seusai sidang, secara lantang, M Taufik berpendapat, para penegak hukum dan kubu pelapor telah melakukan kesalahan fundamental. Pelapor perkara ini adalah Setyo Sukarno selaku Sekretaris DPC PDI-P. Di mana awal kasus ini berawal pengaduan dari dr Adhi Dharma yang saat ini menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri.

Menurut M Taufik dkk, kesalahan itu adalah perkara pidana tidak dapat diwakilkan. Padahal ini perkara ini berkaitan dengan pidato Megawati Soekarno selaku Ketua Umum PDIP.

Seharusnya, jika dianggap bersalah atau merugikan, maka pelapornya adalah Megawati sendiri. Bukan Setyo Sukarno sebagai Sekretaris atau Ketua DPRD Wonogiri. Dalam perkara pidana, kata M Taufik, ada unsur perbuatan melawan hukum dan ada pihak yang dirugikan. ” Pertanyaannya, apakah Setyo Sukarno orang yang dirugikan?,” tanya M Taufik.

UU ITE, lanjut M Taufiq, adalah perkara delik aduan. Artinya, pihak dirugikanlah yang berhak mengadukan. Tampa ada pengadu dari pihak yang dirugikan maka perkara batal demi hukum. “Saya yakin dr Maryanto akan lepas,” tandas M Taufiq. Untuk itu, Tim Penasehat Hukum sedang berupaya agar dr Martanto tidak dibui.

Selain itu, M Taufik berpendapat, bahwa dr Adhi Dharma (waktu perkara dilaporkan adalah Staf di RSUD dr SMS Wonogiri), layak bertanggungjawab. Sebab dialah salah satu pemicu pertama dr Martanto “dipenjara”. Sebab dialah yang pertama memberikan informasi ” Meme Megawati Tidak Butuh Umat Islam”. Kata M Taufik, IKA UNS juga mengusulkan agar melaporkan dr Adhi Dharma ke polisi.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati SIK MSi melalui Kasatreskrim AKP Adhitya Mulya Ramdhani SH menyatakan belum saatnya memberikan pernyataan. “Saya tidak komen dulu,” katanya. (baguss)

sumber: https://infowonogiri.com/baca/wonogiri-hari-ini/2019/04/kubu-dokter-martanto-ancam-laporkan-kepala-dinas-kesehatan/ dengan sedikit penyuntingan.

Copyright 2016 - Law Firm Muhammad Taufiq and Partners Developed by JogjaCamp